Rekor Dunia Diciptakan Indonesia di Carneigie Hall
20 Oktober 2015 kemarin
beberapa rekor dunia berhasil diciptakan oleh para seniman Indonesia
pada "Resital Indonesia Pusaka" di panggung gedung kesenian paling
bergengsi masa kini, CARNEGIE HALL di New York, Amerika Serikat.
Untuk pertama kalinya 11 pianis muda asal Indonesia (yang termuda baru
berusia 10 tahun) mempergelar karya-karya komponis Indonesia, Jaya
Suprana, antara lain "Uro-Uro", "Fantasi Arum Dalu", "Sonata Sekar
Setaman", "Untuk Ayla", "Fragmen", "Tembang Alit", "Aforisma",
"Geguritan", "Dedemit", "Tri Reminiskenza" dialunkan dalam panggung Carnegie Hall. Kemudian juga untuk pertama kali di dunia, tarian BEDAYAN TEMBANG ALIT
karya koreografer Dewi Sulastri dipergelar oleh ansambel senitari
Indonesia Pusaka pimpinan Aylawati Sarwono dengan iringan olahan musik
gamelan atas karya Jaya Suprana : TEMBANG ALIT ditampilkan di panggung
Carnegie Hall sebagai gedung kesenian paling bergengsi di dunia masa
kini .
Kemudian mata acara diakhiri dengan medley lagu-lagu daerah pulau Jawa
termasuk lagu Gambang Suling mahakarya mahaguru Jaya Suprana, Ki
Nartosabdho yang dipergelar secara sangat memikat oleh paduan suara
ARMONIA yang beranggotakan para ibu dengan yang tertua berusia 78 tahun.
Sebelumnya ARMONIA telah tampil di panggung Sydney Opera House dan
UNESCO Paris. Sebagai penutup karya Jaya Suprana termutakhir INDONESIA
dipergelar oleh ARMONIA sebagai pergelaran-perdana-dunia World Premiere
di panggung Carnegie Hall. Penonton tidak mau meninggalkan ruang
pergelaran sebelum segenap seniman berjoget bersama diiringi Untuk Ayla
dalam irama dangdut yang kemudian ditutup secara final dengan alunan
lagu INDONESIA oleh seluruh seniman secara sangat mengharukan sehingga
tak sedikit hadirin di Carnegie Hall tak mampu menahan linangan air
mata.
Akhirnya hadirin baru mau keluar ruang konser setelah diusir oleh
manajemen Carnegie Hall sebab sudah melampaui batas waktu pukul 22.00
waktu New York. Maka resital INDONESIA PUSAKA menciptakan rekor baru
yaitu pergelaran di mana para hadirin harus diusir keluar ruang konser
setelah pergelaran selesai. Maka paripurnalah rekor dunia pada
pergelaran bersejarah tersebut sebagai pergelaran seni tari dan seni
musik Indonesia yang baru pertama kali diselenggarakan di panggung
Carnegie Hall dengan keseluruhan karsa dan karya kebudayaan Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar