Diksi adalah pemilihan kata – kata yang sesuai dengan apa
yang hendak kita ungkapkan. Diksi atau Plilihan kata mencakup pengertian
kata – kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana
membentuk pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan –
ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
Fungsi Diksi
Fungsi
Pilihan kata atau Diksi adalah Untuk memperoleh keindahan guna menambah daya
ekspresivitas. Maka sebuah kata akan lebih jelas, jika pilihan kata tersebut
tepat dan sesuai. Ketepatan pilihan kata bertujuan agar tidak menimbulkan
interpretasi yang berlainan antara penulis atau pembicara dengan pembaca atau
pendengar, sedangkan kesesuaian kata bertujuan agar tidak merusak suasana.
Selain itu berfungsi untuk menghaluskan kata dan kalimat agar terasa lebih
indah. Dan juga dengan adanya diksi oleh pengarang berfungsi untuk mendukung
jalan cerita agar lebih runtut mendeskripsikan tokoh, lebih jelas
mendeskripsikan latar waktu, latar tempat, dan latar sosial dalam cerita
tersebut.
makna kata
dapat dibedakan menjadi:
a. Makna
denotasi dan Makna konotasi
Merupakan
denotasi merupakan makna yang sesungguhnya yang sesuai dengan pengertian kamus
besar bahasa Indonesia. Contoh: kata “miskin”, dalam pengertian denotasi
artinya ialah keadaan seseorang yang kurang dalam hal finalsial. Sementara itu
makna konotasi yaitu makna lain atau makna yang bukan sebenarnya yang mungkin
hanya dapat dimengerti oleh beberapa orang saja yang bersangkutan.
Contoh: kata
“alarm” dalam kalimat, “ kamu selalu datang tepat waktu, alarm jam kamu
bagus”. Kata alarm dalam kalimat tersebut merupakan kata konotasi untuk
menunjukkan makna kata “disiplin”. Kata konotasi yang bertujuan untuk
memuji disebut knotasi positif sedangkan konotasi yang mengejek atau menyindir
disebut konotasi negatif.
b. Makna
leksikal dan makna gramatikal
Yaitu makna
yang sesuai dengan hasil observasi atau yang memang nyata dalam kehidupan.
Contoh: bakteri Salmonella sp. Menyebabkan penyakit tipus. Sedangkan makna
gramatikal yaitu makna kata yang menyatakan makna jamak, menunjukkan suatu
jumlah. Contoh: ada buku-buku baru di perpustakaan. Artinya ialah banyak buku
baru yang datang di perpustakaan.
c. Makna
referensial dan nonreferensial
Yang
dimaksud dengan makna referensial yaitu kata yang mengacu atau menunjukkan
kepada sesuatu. Contoh: buku biologi ada di Rak no. 7. Kata “rak no.&”
merupakan frase yang menunjukkan makna referensial. Sedangkan makna
nonreferensial adalah kebaikan dari kata referensial. contoh: baru saja aku
membaca buku itu, tetapi aku lupa meletakkannya. Kata “tetapi” merupakan kata
yang menunjukkan makna nonreferensial.
d. Makna
konseptual dan makna asosiatif
Makna
konseptual merupakan makna suatu kata yang menunjukkan deskripsi kata tersebut.
Contoh: pangeran pergi menunggang unta. Kata “unta” memilki makna konseptual
yaitu binatang gurun berkaki empat yang dapat dijadikan sebagai alat
transportasi. Sedangkan makna asosiasi merupakan makna kata yang menunjukkan
hubungan yang terkait dengan kata tersebut. Contoh: kata merah memiliki
hubungan berani sedangkan kata merpati dihubungkan (asosiasi) dengan kesetiaan.
e. Makna
kata dan makna istilah
Makna kata
akan terlihat jelas ketika kata tersebut digunakan dalam sebuah kalimat.
contoh: kata “dingin” dapat berarti mengenai suhu atau cuaca, atau menunjukkan
sikap seseorang. Sementara itu makna istilah merupakan makna yang bersifat
pasti atau mutlak. Hal ini karena makna istilah hanya digunakan dalam
bidang-bidang tertentu. Contoh: kata dingin di atas jika digunakan dalam bidang
ilmu pengetahan alam maka memiiki makna pasti menunjukkan suatu suhu.
KALIMAT EFEKTIF, CIRI - CIRI, dan CONTOH KALIMAT EFEKTIF
KALIMAT EFEKTIF, CIRI - CIRI, dan CONTOH KALIMAT EFEKTIF
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau
rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap.
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh,
baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan
dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan
intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai
dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan
tanda seru (!). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun
tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak
memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya
sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat. Disini, kalimat
dibagi menjadi dua, yaitu :
Efektif
mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai
pada sasaran yang tepat. Pengertian efektif dalam kalimat adalah dan ketepatan
penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu
pula. Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa :
1. Kalimat
efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif,
gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami,
serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. (Rahayu: 2007)
2. Kalimat
efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami
orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan:2001)
3. Kalimat
efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah,
ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)
4. Kalimat
efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi
tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi:
2009)
5. Kalimat
efektif di pahami sebagai sebuah kalimat yang dapat membantu menjelaskan
sesuatu persoalan secara lebih singkat jelas padat dan mudah di mengerti serta
di artikan. (ARIF HP: 2013)
Dari
beberapa uraian di atas dapat diambil kata kunci dari definisi kalimat efektif
yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif
adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh
pendengar atau pembaca.
Kalimat
efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
Contoh
kalimat efektif :
1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.
1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar