Jumat, 12 Juni 2015

Struktur Dan Desain Kepemimpinan


  • PENGERTIAN STRUKTUR

Struktur adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian baik secara posisi maupun tugas yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan ,bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.

Ada enam elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketika hendak mendesain struktur, antara lain :

  1. Spesialisasi pekerjaan ,berisi tugas dalam organisasi
  2. Departementalisasi, mengelompokkan pekerjaan ,berupa proses.
  3. Rantai komando, wewenang yang membentang dari puncak organisasi dan menjelaskan tanggungjawab. 
  4. Rentang kendali , arahan manajer secara efisien dan efektif. 
  5. Sentralisasi dan Desentralisasi , tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi. Desentralisasi adalah lawan dari sentralisasi. 
  6. Formalisasi ,berisi sejauh mana pekerjaan dalam sebuah organisasi. 
  • KONSEP ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Sementara Pengorganisasian berasal dari istilah organism yang merupakan sebuah entitas dengan bagian-bagian yang terintegrasi , saling berkaitan secara utuh. Pada prinsipnya setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu orang-orang (sekumpulan orang), kerjasama, tujuan yang ingin dicapai.

Proses pengorganisasian mencakup kegiatan-kegiatan berikut:

  • Pembagian kerja yang harus dilakukan dan menugaskannya pada individu tertentu, kelompok-kelompok dan departemen.
  • Pembagian aktivitas menurut level kekuasaan dan tanggungjawab.
  • Pembagian/pengelompokkan tugas menurut tipe dan jenis berbeda-beda.
  • Penggunaan mekanisme koordinasi kegiatan individu dan kelompok.
  • Pengaturan hubungan kerja antara anggota organisasi.

Tipe-tipe pemimpin dapat dikelompokkan berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
1. Tipe Otokratis

Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, menganggap bawahan sebagai alat, tidak menerima kritik, saran dan pendapat.

2. Tipe Militeristis

Menggerakan bawahan dengan sistem perintah, bergantung kepada pangkat dan jabatannya, sukar menerima kritikan dari bawahannya.

3. Tipe Paternalistis

Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya , bersikap maha tahu.

4. Tipe Karismatik

Mempunyai daya tarik ,sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma.

5. Tipe Demokratis

Pemimpin bagi organisasi modern, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, berusaha mengutamakan kerjasama dalam usaha mencapai tujuan dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap semua pekerja dalam mencapai tujuan organisasi, tanpa kepemimpinan tujuan organisasi mungkin menjadi renggang (lemah). Oleh karena itu kepemimpinan sangat diperlukan bila suatu organisasi ingin sukses.
 

Struktur dalam sebuah organisasi mencerminkan kegiatan sebagai berikut, yakni:
  • Adanya pengorganisasian proses pekerjaan;
  • Adanya deskripsi berkenaan dengan wilayah atau lingkup kerja;
  • Adanya deskripsi tugas kerja; 
  • Adanya identifikasi kompetensi;dan 
  • Adanya Identifikasi kompetensi perorangan.

Minggu, 03 Mei 2015

Pengambilan Keputusan Organisasi


Dalam organisasi pengambilan keputusan merupakan suatu hal yang sangat strategis, bahkan dapat menentukan kelangsungan hidup organisasi itu sendiri. Tentunya sebelum pengambilan keputusan itu diambil, terlebih dahulu harus ada masalah dan alternatif-alternatif pemecahan masalah.
Pemimpin puncak organisasi, tentunya mempunyai legitimasi tertinggi dalam penentuan pengambilan keputusan. Pemimpin puncak dapat terdiri dari satu orang ataupun beberapa orang. Tentunya akan lebih mudah jika pemimpin puncak tersebut terdiri dari satu orang saja, namun akibatnya adalah jika salah mengambil keputusan maka "rebound effect" tentunya yang paling besar terkena adalah pada orang tersebut. Ini berbeda jika pemimpin puncak tersebut terdiri dari beberapa orang, maka keputusan akhir dapat dicapai melalui mekanisme konsensus ataupun voting jumlah suara yang terbanyak (oleh karena itu jumlah pemimpin di sini biasanya ganjil).
Pengambilan keputusan dalam organisasi merupakan proses pemilihan antara berbagai alternatif (Shull, Delbecq, & Cummings, 1970). Menurut Ralp C. Davis, Mary Follet, dan James A.F. Stoner, pengambilan keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, dan harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan. Dari pendapat ini, maka tentunya pengambilan keputusan haruslah melalui proses yang terkoordinasi dan matang serta mempunyai komunikasi yang baik antar yang dipimpin dan pemimpinnya. Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik dan informatif, maka hal ini akan menyebabkan masalah baru dan bukan pemecahan masalah seperti yang diharapkan.
Pada umumnya suatu organisasi memiliki hierarki manajemen. Secara klasik hierarki ini terdapat tiga tingkatan, yaitu :
1.     Manajemen puncak yang berkaitan dengan masalah perencanaan yang bersifat strategis ("strategic planning"). Pada manajemen puncak keputusan yang diambil adalah keputusan strategis.
2.    Manajemen menengah, yaitu menangani permasalahan kontrol/pengawasan yang sifat pekerjaannya lebih banyak pada masalah administrasi. Pada manajemen menengah ini keputusan yang diambil adalah keputusan administrasi/taktis. Keputusan ini adalah keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya.
3.    Manajemen operasional, yaitu berkaitan dengan kegiatan operasional (kegiatan operasi harian). Keputusan yang diambil pada manajemen operasional disebut keputusan operasional.
Dari tingkatan pengambil keputusan di atas, maka kita dapat melihat pada tingkatan mana keputusan yang diambil dan siapa pengambil keputusan tersebut. Adapun jika situasi pengambilan keputusan tidak mendesak dan tidak terjadi konflik kepentingan, maka biasanya meskipun keliru setelah keputusan tersebut diambil maka efeknya tidak terlalu parah dan masih dapat diambil keputusan baru setelah dievaluasi dan diperbaiki keputusan yang sebelumnya tersebut.

Minggu, 29 Maret 2015

Bekerjasama Dalam Kelompok




     Kelompok adalah suatu bentuk kerjasama dalam tim atau kelompok yang mempunyai tujuan bersama dan berkomitmen untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama, Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. 

Dalam sebuah kelompok tidak boleh ada yang egois atau mementingkan dirinya sendiri kita harus saling membantu dan mendukung satu sama lain karena itulah salah satu kunci dalam bekerjasama dalam kelompok.




PENGERTIAN KELOMPOK MENURUT BEBERAPA AHLI :

1.      Menurut Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.

2.      Menurut Merton, kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran.

3.       Menurut Achmad S. Ruky, Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi) antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok.

4.      Menurut  Muzafer Sherif, Kelompok  adalah kesatuan  yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu.

5.      Menurut De Vito (1997) : kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.



1.Keuntungan yang dapat diperoleh dari bekerjasama


Beberapa keuntungan yang dapat dipetik dari kerjasama antara lain :
• memperingan tugas yang harus dipikul oleh masing-masing pihak;
• menghemat tenaga, pikiran dan dana yang biasanya sangat terbatas dalam setiap kegiatan;
• dengan dana, tenaga, pikiran yang tersedia, dapat menghasilkan lebih banyak;
• lebih memberi kemungkinan pada seluruh pihak untuk mengembangkan kemampuan dalam rangka menuju terbangunnya kemanusiaannya.


2.Kerjasama


Kerjasama akan dapat menambah tanggung-jawab pengurus dalam melakukan tugas dengan baik, dan menambah kepuasan jika berhasil menyelesaikan tugas masing-masing.  Kerjasama menjadi efektif  jika :

  1. Pengurus perlu memahami segala ketentuan dan mekanisme kerja yang ditetapkan.
  2. Setiap pengurus diharapkan ikut memecahkan masalah
  3. Pengurus perlu menyadari kemungkinan saran yang diajukan oleh Bidang lain untuk Bidang mereka.
  4. Mengenali masalah dari Bidang lain, sehingga dapat membantu memberikan sumbangan bagi Bidang tersebut.

3. Permasalahan dalam kelompok


Pola dan perilaku yang tidak efektif bagi kelompok kerja, antara lain :

  1. Saling tidak menyetujui tindakan pengurus Bidang lain.
  2. Mempertahankan pendapat masing-masing secara kaku atau menolak gagasan pihak lain tanpa alasan yang jelas, atau menarik diri jika pendapatnya tidak disetujui
  3. Tidak mau membantu, masalah pengurus bidang lain
  4. Menjatuhkan kawan sesama Pengurus
  5. Memaksakan usulan tanpa kejelasan manfaatnya atau jika usulan dilaksanakan, maka akan meningkatkan biaya besar atau makin mempersulit proses kerja.






Kamis, 27 November 2014

RESUME KELOMPOK 6



RESUME KELOMPOK 6

ARTI PENTING KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI



Organisasi adalah susunan secara teratur dari berbagai bagian-bagian untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam suatu organisasi anggota-anggotanya harus jelas. Organisasi itu mengandung unsur yang membentuk kelompok agar suatu tujuan tersebut tercapai. Fungsi kepemimpinan salah satunya yaitu menyampaikan informasi kepada anggotanya. Selain itu pemimpin harus memberikan motivasi kepada para anggotanya yang pasif agar bisa aktif kembali. Seseorang pemimpin juga harus mempunyai wibawa, jika tidak mempunyai wibawa biasa saja anggotanya semena-mena terhadap pemimpinnya. Dizaman sekarang ini sudah jarang yang mempunyai jiwa kepemimpinan. Kebanyakan dari mereka hanya menginginkan jabatan saja. Salah satu contoh jenis kepemimpin yaitu pemimpin negara. Banyak yang mengatakan bahwa Pemimpin dan Kepala itu sama padahal sebenarnya Pemimpin dan Kepala itu berbeda. Pemimpin adalah orang yang dipilih oleh kelompoknya sendiri sedangkan Kepala adalah orang yang diangkat dengan aturan tertentu. Tanpa adanya kepemimpinan suatu organisasi tidak akan ada yang mengatur jalannya sebuah organisasi dan jika ada masalah akan terjadi hambatan karena tidak ada yang memberikan pendapat atau aspirasinya untuk mengatasi masalah tersebut.




Pertanyaan :


   1. Jelaskan tipe kepemimpinan Presiden yang ada di Indonesia !

Jawab :

Ir. Soekarno adalah presiden yang mempunyai tipe kharismatik.

     BJ. Habibie adalah presiden yang mempunyai tipe demokratik dan          cerdik.
-   Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden yang mempunyai tipe otoriter, demokratis,dan juga kharismatik.



  2. Jika terjadi perbedaan pendapat apa kebijakan yang dilakukan dan berikan contoh kasusnya !

Jawab : Seorang pemimpin harus bisa mengetahui konfliknya apa dan cara menanganinya dengan melakukan pendekatan. Jika tidak bisa dengan cara pendekatan bisa diberikan surat peringatan sampai 3kali dan kalu memang tetap tidak bisa juga harus dikeluarkan dari organisasi tersebut namun jika sama-sama salah antara angggota dan atasannya harus diberikan optional apakah ingein tetep bertahan dalam organisasi tersebut atau keluar dari organisasi tersebut.



   3.  Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan!

Jawab : 

-    Faktor Kemampuan Personal

Seorang pemimpin yang mendapatkan jiwa kepemimpinan dari sejak lahir biasanya akan lebih hebat daripada yang ditanamkan dari sekolah.

-    Faktor Jabatan

Suatu perusahaan ada yang namanya Manajer, HRD, dan lain-lain. Ia mempunyai kemampuan kepemimpinan yang sama namun mempunyai jabatan yang berbeda.



   4. Apakah ada jiwa kepemimpinan otoriter?

Jawab : ada, salah satu contohnya M. Khadafi adalah seorang presiden yang mempunyai jiwa kepemimpinan otoriter. Beliau bisa mengayomi rakyatnya.