Minggu, 03 Mei 2015
Pengambilan Keputusan Organisasi
Dalam organisasi pengambilan keputusan merupakan suatu hal yang sangat strategis, bahkan dapat menentukan kelangsungan hidup organisasi itu sendiri. Tentunya sebelum pengambilan keputusan itu diambil, terlebih dahulu harus ada masalah dan alternatif-alternatif pemecahan masalah.
Pemimpin puncak organisasi, tentunya mempunyai legitimasi tertinggi dalam penentuan pengambilan keputusan. Pemimpin puncak dapat terdiri dari satu orang ataupun beberapa orang. Tentunya akan lebih mudah jika pemimpin puncak tersebut terdiri dari satu orang saja, namun akibatnya adalah jika salah mengambil keputusan maka "rebound effect" tentunya yang paling besar terkena adalah pada orang tersebut. Ini berbeda jika pemimpin puncak tersebut terdiri dari beberapa orang, maka keputusan akhir dapat dicapai melalui mekanisme konsensus ataupun voting jumlah suara yang terbanyak (oleh karena itu jumlah pemimpin di sini biasanya ganjil).
Pengambilan keputusan dalam organisasi merupakan proses pemilihan antara berbagai alternatif (Shull, Delbecq, & Cummings, 1970). Menurut Ralp C. Davis, Mary Follet, dan James A.F. Stoner, pengambilan keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, dan harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan. Dari pendapat ini, maka tentunya pengambilan keputusan haruslah melalui proses yang terkoordinasi dan matang serta mempunyai komunikasi yang baik antar yang dipimpin dan pemimpinnya. Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik dan informatif, maka hal ini akan menyebabkan masalah baru dan bukan pemecahan masalah seperti yang diharapkan.
Pada umumnya suatu organisasi memiliki hierarki manajemen. Secara klasik hierarki ini terdapat tiga tingkatan, yaitu :
1. Manajemen puncak yang berkaitan dengan masalah perencanaan yang bersifat strategis ("strategic planning"). Pada manajemen puncak keputusan yang diambil adalah keputusan strategis.
2. Manajemen menengah, yaitu menangani permasalahan kontrol/pengawasan yang sifat pekerjaannya lebih banyak pada masalah administrasi. Pada manajemen menengah ini keputusan yang diambil adalah keputusan administrasi/taktis. Keputusan ini adalah keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya.
3. Manajemen operasional, yaitu berkaitan dengan kegiatan operasional (kegiatan operasi harian). Keputusan yang diambil pada manajemen operasional disebut keputusan operasional.
Dari tingkatan pengambil keputusan di atas, maka kita dapat melihat pada tingkatan mana keputusan yang diambil dan siapa pengambil keputusan tersebut. Adapun jika situasi pengambilan keputusan tidak mendesak dan tidak terjadi konflik kepentingan, maka biasanya meskipun keliru setelah keputusan tersebut diambil maka efeknya tidak terlalu parah dan masih dapat diambil keputusan baru setelah dievaluasi dan diperbaiki keputusan yang sebelumnya tersebut.
Langganan:
Komentar (Atom)